Hidup Dalam Kebenaran - Patokannya Kristus Dong!

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

 

Nyanyian Umat          

PKJ 13 “Kita Masuk Rumah-Nya“

 

Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada-Nya.
Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada-Nya.
Kita masuk rumah-Nya, berkumpul menyembah kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.

 

Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada-Nya.
Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada-Nya.
Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.

 

Bacaan I: Amsal 6.6-23

Pesan yang penting dalam perikop ini

  1. Amsal berisikan petuah atau nasehat; ada yang filosofis, ada yang praktis.
  2. Bagian ini terdiri dari beberapa nasehat umum, yakni tentang dampak kerajinan bekerja seperti semut, pesan tentang ciri-ciri orang berwatak jahat dan suka menipu. Pun mengenai perzinahan.
  3. Nasehat-nasehat itu punya beberapa penekanan. Tentang rajin bekerja saja, misalnya, ada penekanan agar bekerja bukan sekadar rajin, tapi cakap dan bijak. Jadi bukan asal bekerja dan sering mengerjakan sesuatu saja, tanpa hasil yang efektif. Juga agar bekerja tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya perintah atasan atau kerajinan teman, melainkan perlu menjadi sebuah karakter yang menjiwai semangat hidup kita.
  4. Mengenai watak penipu, disimpulkan bahwa orang semacam itu kata-katanya penuh tipu daya, bahasa tubuhnya menipu (kedipan mata, gerak kaki, isyarat tangan), hatinya penuh rencana jahat serta kesukaannya adalah menyebarkan pertengkaran dan perpecahan
  5. Sementara itu yang perlu kita waspadai – agar jangan sampai menjadi karakter kita – adalah kesombongan, lidah yang penuh dusta, bersaksi palsu, dan kecenderungan mengorbankan orang lain, sebab semuanya tidak disukai Tuhan!
  6. Hidup dengan moralitas yang bersih – tidak berzinah – merupakan bagian dari upaya memelihara nasehat dan didikan yang terus-menerus dari hari ke hari, yang pada akhirnya menghasilkan kualitas diri yang matang dan mumpuni.

 

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 119.105-112

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

  1. Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
  2. Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
  3. Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Yohanes 8.12-30

Pesan melalui perikop 

 

Yesus bersaksi tentang diri-Nya sendiri:

  1. Ia adalah Terang dunia. Ini berarti di dalam Dialah semua orang bisa menemukan kebenaran.
  2. Ia merupakan kebenaran itu sendiri, yang dapat mengalahkan kuasa dosa dalam dunia
  3. Ia bukan hanya menunjukkan jalan menuju Allah, tetapi Ia sendiri juga merupakan jalan itu.

Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

  • Apakah kita ingin hidup dengan dan dalam kebenaran? Artinya kita ingin menjalankan kebenaran dalam hidup?
  • Apakah kebenaran itu? Bagaimana kita mendefinisikannya?
  • Tahukah kita dampak kebenaran?

 

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

  • Apa yang kita rasakan ketika melihat kebenaran ditegakkan?
  • Bagaimana kita bisa merasakan apakah sesuatu itu benar atau salah? Adakah kepekaan dalam diri kita yang membuat kita dapat mengenali sesuatu yang benar?  

 

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

  • Jika dihubungkan dengan nasehat orang bijak, maka sungguhkah mengikut Yesus dan menjadikannya pegangan kebenaran kita merupakan pilihan yang tepat?
  • Apakah kita sepakat bahwa kerajinan merupakan hal benar di mata Yesus, dan karenanya kita perlu menjadi pribadi yang rajin?
  • Dalam hal bersikap baik, akankah kita menjauhi watak orang yang dianggap jahat menurut pandangan orang bijak (dalam Amsal)?

 

Doa Bersama

Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:

  • Agar pelayan yang sudah ada dalam gereja Tuhan bisa ditambahkan
  • Agar kebersamaan dan kesehatian para pelayan juga semakin kuat, menyatu dan saling peduli

 

 

Nyanyian Umat

NKB 207 ”Taat, Setia, Bertekad yang Bulat”

 

Taat, setia, bertekad yang bulat,
itulah janji Tuhan padamu.
Di bawah panji yang mulia berdaulat,
kami ‘kan angkat perang bagimu.

Angkat semboyan, jangan diamkan!
Tiup serunai dan maju terus!
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Kristuslah Raja serta Penebus!

 

Taat, setia, teguh bersekutu
dengan Engkau, ya Pemimpin besar.
Kar’na penuh kasih sayang pada-Mu
kami sedikit pun tidak gentar.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga