Melangkah dalam Terang Tuhan: Dari Pilihan Allah menuju Hidup yang Dipanggil

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

  1. 370 _ ‘Ku Mau Berjalan dengan Jurus’lamatku

 

‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah
berbunga dan berair sejuk. Ya, ke mana juga aku mau
mengikutNya. Sampai aku tiba di neg’ri baka.

 

Reff:

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan
MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
Juga ‘ku mengikutNya!

 

‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah gelap,
di badai yang menderu. Aku takkan takut di bahaya apa pun,
bila ‘ku dibimbing tangan Tuhanku.

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 27 : 1 – 6

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

 

PEMBACAAN ALKITAB 

1 Sam. 15: 34 – 16: 13, Luk. 5: 27-32

 

RENUNGAN

“Melangkah dalam Terang Tuhan: Dari Pilihan Allah menuju Hidup yang Dipanggil”

 

Tidak jarang hidup membawa kita pada momen-momen penilaian: dinilai oleh orang lain, dibandingkan, bahkan diragukan. Dalam situasi seperti itu, mudah bagi kita untuk kehilangan keberanian dan kepercayaan diri.

Namun firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa hidup orang percaya tidak ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan oleh pilihan dan panggilan Allah. Ketika Tuhan memilih dan memanggil, Ia juga memberi terang, kekuatan, dan arah yang baru.

Mazmur 27, 1 Samuel 15–16, dan Lukas 5 mengajak kita untuk hidup dalam terang Tuhan dan berani menjawab panggilan-Nya.

 

Tuhan adalah Terang dan Keselamatan Kita (Mazmur 27:1–6)

Pemazmur bersaksi dengan penuh keyakinan:
“Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut?”
Di tengah ancaman dan tekanan, pemazmur tidak menyangkal adanya musuh, tetapi ia memilih menaruh percaya pada Tuhan.

Kerinduannya bukan sekadar aman dari bahaya, melainkan untuk diam di rumah Tuhan dan memandang kemuliaan-Nya. Inilah iman yang matang: iman yang mencari hadirat Tuhan sebagai sumber keberanian dan pengharapan.

 

Allah Memilih Berdasarkan Hati, Bukan Penampilan (1 Samuel 15:34 – 16:13)

Setelah Saul ditolak karena ketidaktaatannya, Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi raja baru. Manusia melihat yang tampak di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.

Daud dipilih bukan karena status atau penampilan, melainkan karena hati yang berkenan kepada Allah. Pengurapan Daud menandai awal kehidupan baru yang dibentuk oleh roh Tuhan, bukan oleh ambisi pribadi.

Pemilihan Allah selalu membawa terang baru, bahkan ketika manusia masih terjebak dalam kesedihan dan ketakutan.

 

Yesus Memanggil yang Tersisih untuk Mengikuti-Nya (Lukas 5:27–32)

Lewi adalah pemungut cukai—pekerjaan yang dipandang rendah dan berdosa oleh masyarakat. Namun Yesus memandang Lewi dengan cara yang berbeda. Ia tidak melihat masa lalu Lewi, melainkan potensi hidup yang diperbarui.

Panggilan Yesus sederhana namun mengubah hidup: “Ikutlah Aku.”
Lewi meninggalkan segalanya dan mengikut Yesus. Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka bertobat.

 

Firman Tuhan hari ini menguatkan kita bahwa hidup dalam terang Tuhan berarti hidup dalam keberanian, kerendahan hati, dan ketaatan.

Mazmur 27 mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan sebagai terang dan keselamatan.
1 Samuel 16 menegaskan bahwa Allah memilih berdasarkan hati, bukan penampilan.
Lukas 5 mengingatkan bahwa panggilan Yesus merangkul mereka yang tersisih dan memberi hidup baru.

 

Kiranya kita berani melangkah dalam terang Tuhan, membuka hati untuk dibentuk, dan menjawab panggilan-Nya dengan iman yang sungguh.

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang mengasihi dan bersedia mengampuni.

 

NYANYIAN PENUTUP

  1. 370 _ ‘Ku Mau Berjalan dengan Jurus’lamatku

 

Bersama Jurus’lamat hatiku teguh dilembah dan bukit yang
perlu kutempuh. Tuhanku membimbing aku pada jalanNya
yang menuju rumah Allah yang baka.

 

Reff:

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan
MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
Juga ‘ku mengikutNya!

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga