Never Enough
NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 049 – KASIHANILAH AKU
Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999,
Berdasarkan Mazmur 51:3-5, 6b
Kasihanilah Aku, Tuhan, menurut kasih setiaMu
dan hapuslah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar.
Bersihkan diriku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku, Tuhan, tahirkanlah dari dosaku.
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
IBRANI 10:1-4
RENUNGAN
Bagaimana jika hidup seperti mengisi air di ember bocor? Air di ember tidak akan pernah penuh. Rasa lelah hebat yang dirasakan. Dalam kehidupan ini, mungkin sering merasa tidak pernah cukup: materi tidak cukup, tidak cukup dicintai, prestasi merasa kurang, selalu merasa ingin validasi. Termasuk pada kesibukan ritual agama yang melelahkan namun tidak pernah benar-benar memberikan rasa damai dan kelegaan. Adakah yang salah?
Ibrani 10:1-4 menyampaikan tentang hukum Taurat hanyalah bayangan dari keselamatan yang akan datang, bukan hakikat dari keselamatan itu sendiri. Salah satu ritual dalam tradisi Yahudi adalah korban penghapus dosa. Ketika korban dipersembahkan terus menerus, berulan-ulang dari tahun-tahun justru menjadi pengingat akan dosa. Korban itu tidak pernah menyempurnakan hati nurani manusia, tapi terus mengingatkan sebagai manusia berdosa. Penulis Ibrani menambahkan bahwa korban yang diperlihatkan adanya darah lembu jantan atau darah domba jantan tidak mungkin menghapus dosa. Wewenang dan hak penghapus dosa hanya Allah semata, dan pengampunan dosa diberikan sebagai anugerah yang menyelamatkan manusia.
Namun manusia sering terjebak pada pola yang sama. Kini ada korban modern: melayani demi menutupi rasa bersalah, sibuk ritual agama demi dianggap saleh, melakukan kebaikan untuk dipuja. Di satu sisi apa yang dilakukan seperti melayani, melakukan ritual ibadah itu baik, namun jika motivasi untuk menghapus dosa dan membuktikan diri layak, maka hasilnya sama – tidak pernah cukup. Apa yang belum beres? Relasi dengan Tuhan yang harus dibereskan. Diri sendiri perlu berani mengakui dosa dan kesalahan serta memohon cinta-Nya yang mengampuni – bukan menutupi dosa dengan ritual. Nyatanya keselamatan tidak bergantung pada usaha manusia. Justru ketika manusia tak berdaya dan apa yang tidak sanggup dilakukan oleh usaha manusia, telah diselesaikan secara tuntas oleh Kristus. Mari kita merenungkan diri kita:
- Adakah bagian dari hidup yang terasa seperti “ember bocor” – ingin puas, namun tidak pernah cukup?
- Bagaimana terus membangun relasi yang intim dengan Tuhan, yang memberi kesadaran untuk terus bergantung pada-Nya?
Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan korban bencana di berbagai daerah
- Membangun kepedulian pada masyarakat sekitar – warga bantu warga.
NYANYIAN PENUTUP
PKJ 199 – DULU ‘KU TERTINDIH DOSA
Syair dan lagu: Shackled by a Heavy Burden, William J. Gaither, 1963,
Terjemahan: Yamuger, 1998,
(c) William J. Gaither (ASCAP), 1963
Dulu ‘ku tertindih dosa,
oleh malu terbeban.
Tangan Yesus menyentuhku,
diubah diriku olehNya.
Refrein:
Dijamah, ‘ku dijamah!
Meluap suka citaku!
Tuhan Yesus menjamahku;
diriku ciptaan baru.
Saat kuterima Yesus,
jadi baru diriku.
Tak ‘ku berhenti memuji,
memuji Dia selamanya. Refrein:

Komentar Anda