Merespon Panggilan Tuhan

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

NKB. 125 _ ‘Ku Dengar Panggilan Tuhan

 

‘Ku dengar panggilan Tuhan,
‘ku dengar panggilan Tuhan,
‘ku dengar panggilan Tuhan:
“Pikul salib, ikutlah Aku!”

 

Reff

Aku mau mengikut Dia,
aku mau mengikut Dia,
aku mau mengikut Dia,
ikut Dia, Yesus, Tuhanku

 

‘Ku mau ikut walau sukar,
‘ku mau ikut walau sukar,
‘ku mau ikut walau sukar:
‘kan ‘ku ikut Dia s’lamanya.

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 40 : 1 – 11

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

 

PEMBACAAN ALKITAB 

1 Raj. 19: 19-21,Luk. 5: 1-11

 

RENUNGAN

“Merespon Panggilan Tuhan”

 

Kita sering menunggu: menunggu pertolongan, menunggu kepastian, menunggu arah yang jelas. Namun sering kali, justru ketika kita sedang sibuk dengan kehidupan sehari-hari—bekerja, bergumul, dan berharap—Tuhan datang dan memanggil kita.

Panggilan Tuhan tidak selalu datang di tempat yang sunyi dan sakral. Ia hadir di perahu nelayan, di ladang tempat membajak, dan di tengah doa orang yang menantikan Tuhan dengan sabar. Firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat bahwa menantikan Tuhan, mendengar suara-Nya, dan mengikuti panggilan-Nya adalah satu rangkaian iman yang utuh.

 

Menantikan Tuhan dan Belajar Mendengar Kehendak-Nya (Mazmur 40:1–11)

Pemazmur bersaksi bahwa ia telah menantikan Tuhan dengan sabar, dan Tuhan mendengarkan seruannya. Tuhan mengangkatnya dari lumpur yang dalam dan menaruh nyanyian baru di mulutnya.

Menantikan Tuhan bukan sikap pasif, melainkan sikap percaya dan terbuka terhadap kehendak Allah. Karena itu pemazmur berkata, “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku.”
Mendengar kehendak Tuhan selalu membawa perubahan: dari ratapan menjadi kesaksian, dari ketakutan menjadi keberanian untuk hidup seturut firman-Nya.

 

Panggilan Tuhan Menuntut Penyerahan Diri yang Nyata (1 Raja-raja 19:19–21)

Ketika Elisa dipanggil oleh Elia, ia sedang bekerja di ladang. Panggilan itu sederhana, tanpa banyak kata, namun respons Elisa sangat radikal: ia meninggalkan pekerjaannya, menyembelih lembu-lembunya, dan membakar alat bajaknya.

Tindakan ini menegaskan bahwa mengikuti panggilan Tuhan berarti meninggalkan yang lama dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada rencana Allah. Elisa tidak hanya mendengar panggilan, tetapi menjawabnya dengan tindakan nyata.

 

Mengikuti Yesus dengan Iman dan Ketaatan (Lukas 5:1–11)

Simon Petrus juga dipanggil di tengah pekerjaannya sebagai nelayan. Setelah semalaman bekerja tanpa hasil, Yesus menyuruhnya menebarkan jala lagi. Secara manusiawi itu tidak masuk akal, namun Simon taat.

Ketaatan itu menghasilkan tangkapan ikan yang berlimpah, dan lebih dari itu, sebuah panggilan hidup baru:
“Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia.”
Simon dan rekan-rekannya meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus. Mengikuti Kristus berarti percaya pada firman-Nya dan berani melangkah, meski masa depan belum sepenuhnya terlihat.

 

Firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa iman bukan hanya tentang menunggu, tetapi juga tentang melangkah.

Mazmur 40 mengajarkan kita untuk menantikan Tuhan dan mendengar kehendak-Nya.
1 Raja-raja 19 memperlihatkan keberanian meninggalkan yang lama demi panggilan Tuhan.
Lukas 5 mengundang kita untuk mengikuti Yesus dengan iman dan ketaatan penuh.

 

Kiranya kita dimampukan untuk berkata seperti pemazmur:
“Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku.”
Dan seperti Elisa serta para murid, kita berani meninggalkan yang lama untuk hidup dalam panggilan Tuhan yang baru.

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga membangun pondasi iman bagi setiap anggota keluarganya.

 

NYANYIAN PENUTUP

NKB. 125 _ ‘Ku Dengar Panggilan Tuhan

 

Meski jalanku mendaki,
meski jalanku mendaki,
meski jalanku mendaki:
‘kan ‘ku ikut Dia s’lamanya.

 

Reff

Aku mau mengikut Dia,
aku mau mengikut Dia,
aku mau mengikut Dia,
ikut Dia, Yesus, Tuhanku

 

DilimpahkanNya anug’rah,
dilimpahkanNya anug’rah,
dilimpahkanNya anug’rah:
dan ‘ku ikut Dia s’lamanya.

 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga