Nantikanlah Pertolongan-Nya!
NYANYIAN PEMBUKA
https://youtu.be/8rOmScls-AM?si=3DsIpFQMdurTPFF6
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB Mazmur 40: 1-11
RENUNGAN
Ada masa di mana saya harus menantikan sesuatu yang kedatangannya belum pasti. Saat itu saya masih kuliah S1 di STT Jakarta (sekarang STFT Jakarta). Saya berangkat dari rumah di Serang menuju kampus untuk konsultasi skripsi dengan dosen pembimbing. Dari rumah, saya menaiki bis jurusan Labuan-Serang dan turun di terminal Pakupatan, Serang. Dari terminal Pakupatan Serang, saya menaiki bis jurusan Merak-Kp. Rambutan, untuk nanti turun di daerah Slipi. Dari Slipi, saya naik bis PPD 213 jurusan Kp. Melayu-Grogol (yang sekarang sudah tidak lagi beroperasi), lalu turun di Megaria. Dari Megaria saya jalan kaki ke kampus STT Jakarta.
Untuk perjalanan itu, saya butuh waktu sekitar 4 jam. Padahal, jarak dari kota Serang ke kampus STT Jakarta menurut Google Map sejauh 89 KM, yang bisa ditempuh dengan mobil pribadi selama 2 jam. Mengapa waktu yang dibutuhkan cukup lama? Karena saya menaiki kendaraan umum, yang waktu kedatangannya tidak bisa dipastikan, tetapi pasti akan datang.
Beberapa kali saya juga sempat kecewa saat menunggu bis di terminal. Saya kira, saya menaiki bis jurusan Merak-Kp. Rambutan yang akan berangkat ke Kp. Rambutan. Ternyata bis itu justru arahnya ke Merak. Jadinya saya harus turun dari bis, dan menunggu armada lain yang ke arah Jakarta. Biasanya di bis juga sering tidak dapat tempat duduk karena penuh sekali. Saya harus berdiri selama 2 jam perjalanan hingga sampai di Slipi. Belum lagi di bis 213 juga penuh, sehingga saya harus berdiri lagi sampai ada kursi kosong yang bisa saya duduki. Baru duduk sebentar, ternyata sudah harus turun di Megaria.
Itulah sepenggal kisah saya mengenang masa-masa menunggu bis yang tidak tahu kapan datangnya, namun pasti akan datang. Datangnya bis itu pun tidak selalu membawa kenyamanan. Kadang harus berdiri, berdesakan, belum lagi harus waspada kalau ada copet di dalam bis agar tidak kehilangan barang berharga.
Lalu, apakah menantikan Tuhan dan pertolongan-Nya sama seperti menunggu bis? Bisa ya, bisa juga tidak. Memang tidak ada yang bisa memastikan kapan datangnya. Tetapi, pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktu-Nya.
Daud pun menjadi saksi bagaimana Tuhan menolong dia, dan meyakini juga bahwa Tuhan akan selalu jadi penolong sejati bagi mereka yang berharap kepada-Nya. “Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung (ay. 6, TB).”
Kalau dihitung, entah berapa kali Tuhan menolong kita dalam ketidakpastian hidup. Ketika dalam penantian, sekecil apapun, Tuhan ikut berperan dalamnya. Walaupun tidak selalu seperti yang kita bayangkan, tapi pertolongan itu datang dan menjawab segala kebutuhan kita. Mungkin bukan seperti kemauan kita, tapi pasti yang terbaik yang Tuhan berikan.
Mazmur hari ini mengajak kita bukan hanya berdoa memohon pertolongan Tuhan, tapi juga kita diajak untuk bersyukur atas peristiwa lampau yang Tuhan izinkan terjadi untuk menyatakan kuasa dan pertolongan-Nya. Mari kita juga tidak hanya berdoa pada Tuhan untuk memenuhi permohonan kita, tapi juga bersyukur selalu atas berkat dan karunianya hingga saat ini.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
- Tersedianya lapangan pekerjaan yang sesuai zaman.
- Kondisi korban bencana alam (banjir bandang, banjir, longsor)
- Kondisi dunia secara politik agar senantiasa ada dalam damai sejahtera Tuhan.
NYANYIAN PENUTUP

Komentar Anda