Tuhan, Pokok Selamat Umat-Nya

Mazmur 27:1-6
1 Samuel 1:1-20
Galatia 1:11-24

Selamat hari Kamis.
Hana hidup dalam pergumulan yang berat; ia tidak mempunyai anak, Penina madunya menyakiti Hana. Sekalipun Elkana menghiburnya, Hana tetap merasa sedih. Dalam kesedihannya Hana berdoa kepada Tuhan dan bertemu imam Eli (1 Sam. 1:9-18). Tuhan memberikan yang diharapkan Hana setahun kemudian (1 Sam. 1:19-20).
Tuhan adalah tempat setiap orang beriman menaruh pengharapan dalam hidupnya. Pemazmur berkata;

Mazmur 27:4-6 (TB) Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

Nyanyian pujian pemazmur menyatakan Tuhan tempat berlindung yang aman bagi umat-Nya. Hana telah membuktikannya dalam pergumulan yang dihadapi.
Paulus menceritakan bagaimana ia menjadi rasul, dan dari apa yang diuraikannya, Paulus mengaku: itu semua karena kasih karunia/ anugerah Tuhan jika ia diberikan tugas pelayanan mewartakan Injil (Gal.1:11-24). Tidakkah kesaksian bahwa Tuhanlah perlindungan dan kekuatan dalam hidup kita patut menjadi pokok kehidupan kita?
Akui Tuhan dalam setiap perjalanan hidupmu.

Doa :
Gereja yang memberikan kesempatan anak muda berkreasi.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Renungan Harian