Hidup Karena Anugerah Tuhan

Mazmur 119:105-112
2 Raja-raja 22:3-20
Roma 11:2-10

Selamat hari Senin.
Firman Tuhan adalah sumber hikmat bagi orang percaya, dan menjadi pedoman kehidupan. Karena itu pemazmur berkata;

Mazmur 119:105-106 (TB) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.

Firman itu menuntun setiap orang percaya dalam bertindak, dan dan ketika mengalami pergumulan hidup (Mzm. 119:107-112). Dengan dipimpin firman Tuhan, umat mendapat pedoman hidup.
Di masa raja Yosia, ditemukan Taurat, dan ketika mengetahui peringatannya, Yosia memerintahkan untuk mentaatinya.

2 Raja-raja 22:10-13 (TB) Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: “Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku,” lalu Safan membacakannya di depan raja.
Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.
Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya:
“Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.”

Melalui nabiah Hulda didapati pernyataan Tuhan (2 Raj. 22:15-20).
Melalui firman Tuhan kita tahu bahwa Tuhan selalu berbelaskasihan kepada umat-Nya. Kisah Elia menjadi contoh belas kasih Allah (band. Rom. 11:2-4). Dan saat ini belas kasih Allah bukan karena perbuatan namun karena kasih karunia (anugerah) dari Tuhan.

Roma 11:5-6 (TB) Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

Jadi, bagi setiap orang percaya patut menyadari: hidup mereka adalah hidup karena kasih karunia; anugerah Tuhan.

Doa:
Masyarakat yang sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Renungan Harian