Belajar dari Kisah Musa
Mungkin kisah Musa diselamatkan oleh puteri Firaun sudah kita hafal. Namun, kisah Musa dewasa yang melarikan diri karena berbuat kesalahan, justru menjadi awal mula dia berjumpa dengan Tuhan. Dalam pelariannya, Musa bertemu dengan seorang perempuan, bernama Zipora. Musa mengambil Zipora sebagai istrinya dan hidup tenang dan damai. Musa berpikir bahwa is sedang menjalani hidup yang mungkin dianggap sudah cukup: sederhana, tenang, dan jauh dari persoalan besar. Ia memilih untuk menggembalakan kambing domba milik mertuanya, Rehuel (disebut kemudian bernama Yitro), seorang imam di Midian.
Namun, di tengah kesehariannya sebagai seorang gembala, Tuhan memanggil Musa melalui semak yang menyala. Musa ternyata tidak dipanggil untuk terus tinggal dalam kenyamanan, melainkan untuk kembali kepada bangsanya dan melakukan pekerjaan Tuhan.
Panggilan Tuhan sering kali datang ketika kita sedang merasa nyaman dengan kehidupan yang ada. Kita mungkin sibuk dengan pekerjaan, keluarga, kebutuhan ekonomi, dan berbagai persoalan hidup. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan berbagai krisis kemanusiaan di Indonesia, kita pun bisa bertanya,“Apa yang bisa saya lakukan?” Seperti Musa, kita mungkin merasa tidak cukup mampu, tidak cukup kuat, atau bukan orang yang tepat
Namun Tuhan tidak menjawab keraguan Musa dengan menunjukkan betapa hebatnya Musa. Tuhan hanya berkata, “Aku akan menyertai engkau.” Inilah peneguhan bagi kita dalam pelayanan: Tuhan tidak meminta kita mengandalkan kekuatan sendiri. Ketika kita dipanggil untuk peduli, menolong, mendampingi, menyuarakan kebenaran, atau menjadi berkat bagi sesama, Tuhan juga menyertai kita.
Karena itu, jangan menunggu keadaan menjadi mudah untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Di tengah kehidupan kota yang penuh tekanan dan ketidakpastian, kita dipanggil untuk keluar dari zona nyaman dan hadir bagi mereka yang membutuhkan. Mungkin yang kita lakukan sederhana, tetapi ketika dilakukan dengan kasih dan kesetiaan, Tuhan dapat memakainya menjadi berkat. Seperti kepada Musa, Tuhan berkata kepada kita: “Aku akan menyertai engkau.”Yakinlah, dalam kesulitan sekalipun, akan ada berkat dan penyertaan Tuhan. Amin.
@manda_ruyo


Komentar Anda