Percaya dan Bersaksi

Mazmur 31:1-6, 16-17
Kejadian 12:1-3
Kisah Para Rasul 6:8-15

Selamat hari Kamis.
Percaya berarti menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Itulah yang dilakukan Abram ketika Tuhan memanggil dari sanak saudaranya, dan Abram percaya kepada Tuhan.

Kejadian 12:1-3 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Abram pergi mengikut Tuhan (Kej. 12:4), mempercayakan hidupnya dan keluarga kepada Tuhan.

Mazmur 31:15-16 (TB) (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
(31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Teriakan pemazmur menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan dalam hidupnya. Menunjukkan kepercayaan hanya kepada Tuhan.
Percaya, itulah yang menyebabkan Stefanus bersaksi dan menyatakan kuasa Tuhan (Kis. 6:8), dan bahkan ketika diajak berdebat, ia menang (Kis. 6:9-10), dan untuk mengalahkan Stefanus mereka menghasut dengan tuduhan palsu (Kis. 6:11-14), tapi kuasa Tuhan menjadi nyata.

Kisah Para Rasul 6:15 (TB) Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

Percaya dengan penuh membuat setiap orang percaya disertai oleh Tuhan dalam hidupnya. Karena itu jangan takut bersaksi tentang Tuhan yang hidup dalam hidup orang percaya.

Doa:
Kaum muda yang mau belajar berbagai keterampilan.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Renungan Harian