Perjumpaan yang Membawa Damai Sejahtera
Mazmur 134
Keluaran 24:1-11
Yohanes 21:1-14
Selamat hari Rabu.
Tuhan dan jemaat mempunyai hubungan yang khusus, dan setiap perjumpaan adalah hal yang menguatkan.
Pemazmur menunjukkan perjumpaan itu dalam sebuah ibadah (Mzm. 134).
Dalam perjumpaan Tuhan dengan umat di gunung setelah penetapan perjanjian, perjumpaan itu merupakan perjumpaan yang memberkati mereka.
Keluaran 24:9-11 (TB) Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel.
Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.
Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israel itu tidaklah diulurkan-Nya tangan-Nya; mereka memandang Allah, lalu makan dan minum.
Tuhan selalu peduli kepada umat-Nya. Karena itu ketika para murid masih bingung setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menjumpai mereka di tepi danau, dan menunjukkan tanda, itulah Dia.
Yohanes 21:5-7 (TB) Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”
Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
Perjumpaan itu memberi kekuatan kepada para murid; menunjukkan bukti Dia sudah bangkit.
Adakah perjumpaan-perjumpaan yang dilakukan oleh umat Tuhan membawa dampak baik kepada orang lain dalam hidup?
Jadikan perjumpaan dengan orang lain sebagai berkat yang membawa damai sejahtera.
Doa:
Para pelayan di gereja supaya mereka bisa membagi waktu untuk keluarga, pelayanan dan pekerjaan.

Komentar Anda