Bersaksi Tentang Keselamatan Dari Tuhan

Mazmur 40:7-18
Keluaran 12:1-13, 21-28
Kisah Para Rasul 8:26-40

Selamat hari Senin.
Paskah Yahudi adalah peringatan keluarnya umat Israel dari Mesir untuk kembali ke Kanaan. Paskah pertama dilakukan dengan cepat, mereka bergegas menuju tanah perjanjian. Namun inilah hari yang spesial bagi umat.

Keluaran 12:10-13 (TB) Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.

Keluarnya umat Israel dari tanah perbudakan menjadi titik berangkat pengakuan iman Israel tentang kasih Tuhan yang menyelamatkan mereka (Kel. 12:21-28).
Tuhan itu memperhatikan umat-Nya. Dia merancangkan apa yang baik, dan menyelamatkan mereka. Karena itulah umat mau belajar untuk percaya kepada Tuhan.

Mazmur 40:16-17 (TB) (40-17) Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “TUHAN itu besar!”
(40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!

Keselamatan Tuhan tidak hanya terbatas kepada orang Yahudi saja. Filipus diutus untuk menerangkan kepada sida-sida Etiopia yang sedang membaca bagian kitab Yesaya (Kis. 8:26-33), dan Filipus menerangkan tentang karya kasih Tuhan dalam Yesus Kristus, dan sida-sida itu mau dibaptiskan.

Kisah Para Rasul 8:35-38 (TB) Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”
[Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”]
Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

Bersaksi tentang Tuhan yang telah dijanji sebagai penyelamat dunia, sang terang yang membawa keselamatan dan hidup baru yang Tuhan berikan.
Bersaksilah.

Doa :
Pemerintah memperhatikan guru di daerah terdepan, terluar, tertinggal.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Renungan Harian