Jalan Mulus dan Jalan Terjal

CipaliKurang lebih dua minggu yang lalu, presiden meresmikan jalan tol baru, Cipali. Jalan tol yang menjadi bagian dari trans Jawa; yang melengkapi tol yang panjang dari Merak sampai ke Surabaya dan bahkan direncanakan sampai ujung Jawa Timur. Tol yang baru ini “memotong” jarak dan waktu bagi mereka yang biasanya mempergunakan jalur pantura. Adanya jalan tol yang baru ini tentu merupakan hal yang menggembirakan banyak pihak; jalan yang lebih pasti karena terhindar dari kemacetan (apalagi kalau ada “pasar tumpah”), waktu yang lebih cepat karena jaraknya lebih pendek.

Namun bukan berarti jalan baru yang lebih halus dan mulus bisa menjadikan kita seenaknya saja. Jalan yang baru ini perlu membuat kita waspada. Mengapa? Jalan yang halus dan lurus seringkali justru membuat kita lengah, dan itulah yang terjadi dalam dua minggu ini. Di jalan tol yang masih digratiskan itu, terjadi beberapa kecelakaan; baik kecelakaan tunggal maupun yang terjadi antar kendaraan, bahkan ada korban yang meninggal.

Jalan yang mulus dan halus menjadikan orang lengah karena tanpa gangguanbagi dirinya. Keadaan yang tanpa gangguan ini membuai orang, dan menjadikannya tidak waspada, tidak mampu untuk mengukur keadaannya (lelah dan ngantuk), tidak mampu mengukur kemampuan kendaraannya (berkendara lebih dari 4 jam), dan ingin untuk cepat sampai tujuan. Hal-hal inilah yang seringkali mengakibatkan kecelakaan.

Bagaimana jalan hidup kita? Lurus dan mulus? Tidak ada apa-apa yang mengganggu? Tidak ada yang perlu dikhawatirkan? Justru kalau hidup kita seperti itu, maka mestilah kita lebih waspada; mampu “mengukur” keadaan dan kehidupan kita; mampu untuk terus mawas diri dalam hidup yang kita jalani. Justru jangan sampai kita lengah dalam hidup kita, seperti nasehat Tuhan Yesus kepada para murid dalam Markus 14:38 :

“…..Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.".

Karena kantuk yang dirasakan oleh para murid, dan mereka hanya duduk diam, maka yang terjadi : mereka tertidur. Padahal Tuhan Yesus sedang membutuhkan mereka supaya mendukung Dia dalam pergumulan-Nya di taman Getsemane.

Oleh karena itu, jangan kita lengah supaya perjalanan hidup kita tetap dan terus bersandar kepada Tuhan; selalu berjaga-jaga, selalu waspada, selalu berawas-awas sambil terus menerus menaruh pengharapan kita kepada Tuhan.

Sebaliknya, apakah ada diantara kita yang merasa jalan hidup kita terjal dan berliku? Naik turun tidak menentu? Penuh dengan masalah, beban yang bertubi-tubi? Inipun tidak boleh menjadikan kita putus asa. Justru jalan yang seperti ini mendorong kita untuk terus waspada; untuk semakin kuat beriman kepada Tuhan.

Apapun jalan kita; mulus atau terjal, lurus atau berliku semuanya adalah sarana Allah untuk menuntun kita supaya kita setia kepada-Nya dalam hidup kita. Hanya yang perlu dalam hidup kita adalah: waspada.

AW (Cermin - Warta Jemaat, 28 Juni 2015)

Hubungi Kami

Gereja Kristen Indonesia Serpong
Giri Loka 2, Jl. Gunung Merbabu Blok R
BSD City, Tangerang Selatan, Banten
INDONESIA

Phone: 021-5370366, 021-70604891
Fax: 021-5372125, Email: kantor@gkiserpong.org
Naskah artikel ke webgkis@gmail.com

Kantor Gereja

Jam Kerja Kantor:
Hari Minggu: Pkl. 07:00-12:00 & 16:30-19:00 wib
Hari Selasa s/d Sabtu: Pkl. 08:00-16:00 wib

Kunjungan

Flag Counter