• foto2

Jadwal Ibadah Minggu

• Ibadah Umum : 06:00 ; 08:00 ; 10:30 : 17:00 wib
• Ibadah Anak : 06:00 ; 08:00 ; 10:30 : 17:00 wib
• Ibadah Tunas : 06:00 wib
• Ibadah Remaja : 08:00 wib

• Persekutuan Pemuda : 18:30 wib Sabtu
• Persekutuan KUL : 16:00 wib Sabtu Ke.2


Pergumulan Jemaat

Kekuatan Cinta

Written by GKI Serpong on . Posted in Cermin

Cinta adalah topik yang gampang-gampang susah untuk dibahas dan didefinisikan. Dianggap gampang karena kita sudah sering mendengar, membaca, atau membicarakan kata itu. Sudah berapa banyak lagu, puisi, cerita, film, atau pun lukisan yang bertema cinta yang sudah pernah dibuat. Dianggap susah karena memang tidak ada satu kata atau kalimat mana pun yang bisa secara tuntas dan memuaskan mendefinisikan kata ‘cinta’ tersebut. Cinta memang memiliki makna yang kompleks, sampai-sampai bahasa asli Alkitab kita (bahasa Yunani) membahasakan cinta dengan empat makna, yaitu agape, philia, eros, dan storge.Cinta adalah topik yang gampang-gampang susah untuk dibahas dan didefinisikan. Dianggap gampang karena kita sudah sering mendengar, membaca, atau membicarakan kata itu. Sudah berapa banyak lagu, puisi, cerita, film, atau pun lukisan yang bertema cinta yang sudah pernah dibuat. Dianggap susah karena memang tidak ada satu kata atau kalimat mana pun yang bisa secara tuntas dan memuaskan mendefinisikan kata ‘cinta’ tersebut. Cinta memang memiliki makna yang kompleks, sampai-sampai bahasa asli Alkitab kita (bahasa Yunani) membahasakan cinta dengan empat makna, yaitu agape, philia, eros, dan storge.

Sepanjang peradaban dan budaya, telah banyak orang mereka-reka makna cinta. Sebagian orang akan segera mengaitkannya dengan hubungan pria dan wanita, atau cinta antara pasangan kekasih. Bagi sebagian lagi, cinta dikelilingi berbagai macam mitos. Mitos itu antara lain mengatakan bahwa cinta itu buta, cinta itu terjadi pada pandangan pertama, dan cinta itu seperti kupu-kupu. Cinta itu tidak buta, cinta itu melek! Cinta itu tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal akal. Cinta itu tidak melulu pada pandangan pertama. Cinta membutuhkan proses, mulai dari pengenalan, pemahaman, dan penerimaan. Itu sudah barang tentu tidak terjadi dalam tatapan sekilas dan satu kali pertemuan saja. Cinta juga bukan seperti kupu-kupu, yang datang dan pergi tanpa dapat kita minta, sesuka, dan semaunya. Cinta memang tidak dapat dipaksakan, tetapi cinta dapat diupayakan dan ditumbuh-kembangkan, seperti percakapan sepasang pengantin baru berikut ini:

Suami : Akhirnya! Aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama.

Isteri : Apakah kau rela kalau aku pergi?

Suami : Tentu, tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.

Isteri : Apakah kau mencintaiku?

Suami : Tentu! Selamanya akan tetap begitu.

Isteri : Apakah kau pernah selingkuh?

Suami : Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan hal buruk itu.

Isteri : Maukah kau memelukku?

Suami : Ya.Isteri : Sayangku...

Pembicaraan mesra dan harmonis itu terjadi saat masih pengantin baru. Tetapi bagaimana setelah sekian tahun menikah? Coba Saudara baca kebalikannya, dari bawah ke atas! ‘Bulan madu’ berubah menjadi ‘bulan empedu’. Tepatlah seperti yang pernah dikatakan Pdt. Andar Ismail dalam salah satu bukunya, bahwa „jatuh cinta itu gampang, dalam sepuluh menit juga bisa. Tetapi membangun cinta itu susah dan perlu waktu seumur hidup’. Sebuah guyon mengatakan, ‘membangun rumah tangga itu sulit, sebab kalau sederhana bukan rumah tangga, tetapi rumah makan’.

Alkitab juga banyak berbicara tentang cinta. Kidung Agung adalah kitab yang secara khusus memuat cinta sepasang kekasih. Banyak ungkapan puitis dan romantis di dalamnya. Salah satu yang menarik adalah bagaimana Kidung Agung menyebut kekuatan cinta yang begitu luar biasa, “… cinta kuat seperti maut …” (Kid. 8:6). Istilah Ibrani yang dipakai adalah azzah (berasal dari kata azaz yang artinya kuat, kejam).

Karena begitu kuatnya, tidak seorang pun dapat mengatasinya. Inilah sebabnya cinta disejajarkan dengan maut yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun.Ketika maut datang menjemput, tidak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang bisa menghentikannya. Cinta membuat kita mampu menuai derita tanpa keluh dan menanggung seribu satu beban tanpa tangis.

Ada kekuatan maha-dahsyat dari sebuah keintiman atau kekuatan cinta. Paulus sendiri pernah mengatakan kepada jemaat di Korintus, “Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama..” (1 Kor. 7:5). Keintiman dan kerukunan dalam rumah tangga itu mendatangkan berkat Tuhan. Lalu bagaimana menjaga dan memelihara keintiman tersebut? Pakai saja rumus INTIMACY (= keintiman, keakraban, kemesraan, kerukunan). Apa itu? Inisiatif, Natural, Totality,

Immediacy, Maturity, Asap, Communication, You First. Keintiman, kerukunan, kemesraan hanya bisa terwujud jika kita usahakan, berjalan dengan wajar tanpa dibuat-buat, dilakukan dengan sungguh-sungguh, jika keduanya siap, jika keduanya sudah dewasa secara fisik, mental, dan spiritual, dilakukan dengan segera dan tidak ditunda-tunda, jika ada komunikasi yang sehat dan lancar, dan yang pasti jika dilakukan dengan tidak egois, melainkan mendahulukan kepentingan pasangan kita.

Mari kita coba rumus INTIMACY tersebut; dimulai dari keluarga kita. Ingatlah, bahwa keluarga adalah komunitas fundamental yang mendapat peran sentral dalam kekristenan. Sedemikian pentingnya peran keluarga bagi hidup beriman, maka Alkitab menempatkan kisah keluarga Adam tepat setelah kisah penciptaan. Narasi-narasi tentang Sang Juruselamat dalam Injil pun diawali dari sebuah keluarga. Tak ketinggalan, berdirinya gereja yang perdana juga dimulai dari persekutuan rumahan di mana keluarga-keluarga Kristen menjadi pengelolanya. Persis seperti penggalan lirik lagu tema bulan keluarga kita –Rumah Cinta-. “Rumah Cinta dibangun oleh kasih, kasih Tuhan dan manusia. Rumah Cinta kita ada di dalamnya, keluarga-keluarga umat Tuhan”. Jadi, tunggu apa lagi, mulailah dari rumah dan keluarga kita masing-masing! Selamat membangun dan memelihara rumah cinta.


© arsado (Cermin- Warta Jemaat, 29 oktober 2017)

AgusSusantoPdt. Em. Agus Susanto
AgusWijayaPdt. Agus Wijaya
YonatanWPdt. Yonatan Wijayanto
YosiPdt. Yosias N Wijaya
MandaPnt. Manda L Dandel
MarfanPdt. Marfan F Nikijuluw

Info Kontak: GKI Serpong

Giri Loka 2 Jl. Gunung Merbabu Blok R
BSD City Serpong

Koordinat GPS: 5:60 16,58,7" E: 1060 40' 16.6"
Telp (021)-5370366, Fax : (021)-5372125
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Badan Hukum

GEREJA KRISTEN INDONESIA SERPONG
Badan Hukum : SK Dirjen Bimas Kristen Depag. RI No: DJ III/Kep/HK.00.5/55/719/2007
DEPAG : NOMOR DJ III/Kep/HK.00.5/64/977/2004

Pengunjung

Flag Counter