Kontradiktif

Minggu-palmaKepergian LeeKwan Yew, bapak bangsa Singapura merupakan kehilangan besar; khususnya bagi Singapura dan bagi dunia pada umumnya. Siapapun merasa Lee senior adalah sahabat bagi mereka, bahkan Korea Utara pun menganggap Lee sahabat bagi mereka. namun, sebagimana diberitakan, Lee bukanlah sosok yang selalu positif, namun Lee juga dikenal dengan tindakan dan kebijakan yang keras, bahkan pernah memenjarakan beberapa tokoh politik Singapura tanpa diadili. Sosoknya keras dan tegas, namun dia membangun sebuah pulau kecil di semenanjung Melayu menjadi bangsa yang patut disegani, dan memberikan fasilitas nomer satu bagi warganya. Berbagai pertumbuhan dan perkembangan nyata dalam kepemimpinannya. Dia menjadi bapak bangsa bagi Singapura; baik ketika memutuskan bergabung dengan Malaysia, dan merdeka pada tahun 1965. Dia membangun Singapura yang modern.

Kontradiktif berarti pertentangan antara dua hal yang berlawanan atau bertentangan, dan bukankah Lee Kwan Yew merupakan sosok yang kontradiktif dalam dirinya? Dia dibenci namun sekaligus disayang. Dalam hidup kita tidak jarang kita menjumpai hal-hal yang semacam ini. Ada dua hal yang berlawanan namun berada dalam satu bagian, dan itu memang hal yang seringkali membingungkan.

7 (tujuh) Alat Untuk Menemukan Kerendahan Hati

membasuh-kakiSaya tahu sedikit tentang kerendahan hati. Namun saya tahu pasti tentang satu hal: Tuhan ingin umatNya rendah hati. Alkitab penuh dengan ajaran, teladan, pelanggaran, perintah, dan dorongan tentang kerendahan hati. Tiada ada yang sepasti seperti mengetahui bahwa Yesus Kristus sendiri adalah pribadii yang rendah hati dan menjadi teladan bagi kita. Beberapa kebenaran firman Tuhan mengungkapkannya: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Matius 11:29). “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (Yohanes 13:14-15). ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:5-8)

Yang Terutama

Rupiah-DollarNaiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah mulai membangkitkan rasa khawatir masyarakat. Betapa tidak, setelah sekian lama mata uang rupiah menjalani masa stabil kini terjadi perubahan yang bisa berpengaruh terhadap perekonomian bangsa.

Bukan sekali ini saja nilai rupiah melemah. Reaksi pasar juga sudah bolak-balik bergejolak. Suara bernada protes juga barangkali bukan barang baru lagi. Sulitnya membeli ini dan itu membayang. Belum miskin, sudah berpikir jadi miskin. Padahal hidup masih bisa dijalani. Masih bisa makan, masih bisa minum. Masih bisa tidur, masih bisa bangun.

Pdt.AgusWijaya

Pdt. Agus Wijaya

PdtYosi1

Pdt. Yosias Nugroho W.

PdtMarfan1

Pdt. Marfan F. Nikijuluw

Hubungi Kami

Gereja Kristen Indonesia Serpong
Giri Loka 2, Jl. Gunung Merbabu Blok R
BSD City, Tangerang Selatan, Banten
INDONESIA

Phone: 021-5370366, 021-70604891
Fax: 021-5372125, Email: kantor@gkiserpong.org
Naskah artikel ke webgkis@gmail.com

Kantor Gereja

Jam Kerja Kantor:
Hari Minggu: Pkl. 07:00-12:00 & 16:30-19:00 wib
Hari Selasa s/d Sabtu: Pkl. 08:00-16:00 wib

Kunjungan

Flag Counter