SAHABATku

DisalipDalam buku To End All Wars, Ernest Gordon menceritakan kisah nyata sekelompok tahanan perang yang bekerja di Jawatan Kereta Api Birma selama Perang Dunia II. Adegan tersebut menjadi lebih tidak terlupakan karena difilmkan dengan judul yang sama.

Terurai kisahnya :”Tugas hari itu sudah selesai; alat-alat yang digunakan sedang dihitung, seperti biasa. Ketika kelompok itu hampir dibubarkan, sang tentara Jepang berseru bahwa ada sebuah sekop yang hilang. Ia bersikeras bahwa salah seorang tahanan telah mencurinya untuk dijual kepada orang-orang Thailand. Sambil melangkah kian kemari di hadapan para tahanan itu, ia meneriaki dan mengutuki mereka karena kejahatan mereka, dan yang paling tidak termaafkan adalah sikap mereka yang tidak tahu terima kasih kepada Kaisar. Saat ia berteriak-teriak tanpa kendali, kemarahannya makin menjadi-jadi. Sambil menjerit dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, ia menuntut agar orang yang bersalah maju satu langkah ke depan untuk menerima hukumannya. Tidak ada yang bergerak; kemarahan tentara itu sudah mencapai puncaknya.

Menahan Diri

Salomo-2WanitaDalam pembukaan film Dragon Blade yang diperankan Jackie Chen diperlihatkan sosok Huo An sebagai penjaga keselamatan dan ketentraman 32 bangsa di jalur Sutera. Keinginan menguasai daerah serta bangsa lain merupakan dorongan atau hasrat besar yang selalu ingin dipenuhi oleh setiap pemimpinnya. Perang bukan hal yang ditabukan untuk mencapainya. Namun bagi Huo An, yang terpenting adalah kedamaian di seluruh jalur Sutera terpelihara.

Huo An adalah seorang petarung tangguh. la memiliki seni berkelahi yang hebat. la dapat mengalahkan banyak orang tanpa menggunakan senjata. Jika mau, ia bisa saja mengalahkan pemimpin-pemimpin bangsa lain dan menguasai negaranya. Akan tetapi ia lebih memilih menjembatani bangsa yang berseteru dan ingin saling membinasakan. Tanpa kekerasan. Tanpa senjata. Tanpa pamer kehebatan. Walau dia bisa, dia memilih tidak melakukannya. Dia menjadi penengah yang siap mencegah setiap pertempuran dan pembunuhan. Prinsipnya semua bangsa di jalur Sutera harus berdamai dan bersatu. Sampai kapanpun.

Cermin

CerminCermin (datar) bisa membuat manusia bahagia namun sekaligus juga bisa membuat manusia sedih. Bahagia kalau pantulan dari dirinya menunjukkan apa yang ia harapkan; cantik, ganteng, wajahnya masih kencang, langsing, keren, dll. namun sebaliknya menjadi sedih kalau menunjukkan apa yang tidak ia harapkan; lemak sudah menonjol di mana-mana, wajah mulai tampak keriput, muncul tanda-tanda penuaan, dll.

Namun semua itu tergantung kepada kita menanggapinya setelah itu: Apa yang kita lakukan kalau cermin itu “berbicara” kepada kita yang kita harapkan dan yang tidak kita harapkan? Apakah kita berpikiran positif atau tidak? Kalau ditunjukkan yang kita harapkan dan kita mempertahankannya, itu hal yang positif. Sebaliknya kalau kita merasa puas dengan apa yang kita miliki dan tidak menjaganya dengan baik, maka yang terjadi adalah: pada waktu setelah itu, cermin itu akan menunjukkan: apa yang tidak kita harapkan.

Pdt.AgusWijaya

Pdt. Agus Wijaya

PdtYosi1

Pdt. Yosias Nugroho W.

PdtMarfan1

Pdt. Marfan F. Nikijuluw

Hubungi Kami

Gereja Kristen Indonesia Serpong
Giri Loka 2, Jl. Gunung Merbabu Blok R
BSD City, Tangerang Selatan, Banten
INDONESIA

Phone: 021-5370366, 021-70604891
Fax: 021-5372125, Email: kantor@gkiserpong.org
Naskah artikel ke webgkis@gmail.com

Kantor Gereja

Jam Kerja Kantor:
Hari Minggu: Pkl. 07:00-12:00 & 16:30-19:00 wib
Hari Selasa s/d Sabtu: Pkl. 08:00-16:00 wib

Kunjungan

Flag Counter