Mission Possible

Kehidupan kita sebagai orang percaya adalah kehidupan yang mempunyai misi atau tujuan. Kehidupan yang berawal, terjadi karena, dan kembali kepada Sang Khalik. Kehidupan yang dihubungkan dengan misi Allah yang tercermin dalam kisah penciptaan, yaitu menjadikan segala sesuatu menjadi baru, indah dan baik. Kitab Kejadian mempersaksikan bagaimana Allah menjadikan gelap menjadi terang, yang kacau menjadi teratur dan yang tidak ada menjadi ada.

Namun sayang, apa yang menjadi misi Allah kemudian dirusak oleh dosa manusia. Kisah kejatuhan manusia ke dalam dosa memperlihatkan bagaimana apa yang indah dan baik menjadi rusak dan kacau. Dosa merusak hubungan kita dengan Allah, diri kita sendiri, sesama dan bahkan dengan alam. Kendati demikian misi Allah tidak berhenti di sini. Dalam kasihNya, misi ini berlanjut dalam kehidupan dan karya AnakNya sendiri yang menyelamatkan kita. Di dalam dan melalui diri Yesus Kristus kita dibeli dan ditebus. Dibeli lunas dan ditebus kembali dengan darahNya yang kudus.

Mana Buktinya Kita Sudah Merdeka?

70Sekelompok anak muda menghadang mobil dan motor di tengah jalan. Sambil mengacungkan jari mereka menunjukkan kotak dari karton. Ada apa gerangan? Mereka meminta sedekah agar dapat melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan republik ini. Sungguh pemandangan memprihatinkan di tengah suasana maraknya kehangatan menyambut hari besar bangsa ini.

Memprihatinkan? Ya! Apa pasal? Kemerdekaan sungguh tidak sepantar atau sebanding dengan tindakan yang dilakukan. Di satu sisi, sikap meminta-minta menggambarkan ketidakmandirian. Padahal kemerdekaan yang dalam bahasa Inggris menggunakan kata freedom memiliki konotasi bebas dari segala sesuatu, termasuk bebas dari ketergantungan kepada orang lain. Sungguh ironis jika untuk memperingati kemerdekaannya seseorang malah memperlihatkan kebergantungannya pada pihak lain. Jika uang sedekah tidak diterima, maka peringatan atau kegiatan tidak bisa dilaksanakan.

Media Sosial

Media-SosialTelepon genggam atau yang sejenisnya bukan lagi menjadi barang asing, langka dan mahal seperti beberapa puluh tahun yang lalu, di mana telepon genggam masih besar, langka, dan mahal. Sekarang dengan harga yang murah, setiap orang bisa membeli telepon genggam, bahkan menambahnya dengan berbagai macam aplikasi, termasuk dalam rangka berkomunikasi dengan orang lain, baik melalui whatsapp, tweeter, friendster, facebook, instigram, bbm, line, dll. Dengan media itu, orang bisa berkomunikasi dengan berbagai cara, baik dengan tulisan, gambar bahkan film.

Di satu sisi kita memang mendapatkan keuntungan dengan semakin banyaknya media sosial yang ada. Dengan media sosial, kita bisa berkomunikasi dengan orang yang jarak dekat, sampai dengan yang jarak jauh. Komunikasi ini menjadikan orang bisa berkomunikasi lebih mudah. Kita juga bisa menungkapkan perasaan kita dengan meng-upload foto atau mengganti kata-kata di halaman depan kita. Bisa saja ditulis “baru antri”, “Semarang..”, “Sedih, sendirian di rumah…”, “kembarku di rumah…. Mama pergi ke Medan dulu, ya….” dan banyak lagi yang lain; entahkan sedih atau gembira.

Pdt.AgusWijaya

Pdt. Agus Wijaya

PdtYosi1

Pdt. Yosias Nugroho W.

PdtMarfan1

Pdt. Marfan F. Nikijuluw

Hubungi Kami

Gereja Kristen Indonesia Serpong
Giri Loka 2, Jl. Gunung Merbabu Blok R
BSD City, Tangerang Selatan, Banten
INDONESIA

Phone: 021-5370366, 021-70604891
Fax: 021-5372125, Email: kantor@gkiserpong.org
Naskah artikel ke webgkis@gmail.com

Kantor Gereja

Jam Kerja Kantor:
Hari Minggu: Pkl. 07:00-12:00 & 16:30-19:00 wib
Hari Selasa s/d Sabtu: Pkl. 08:00-16:00 wib

Kunjungan

Flag Counter