KACAMATA-Nya atau KACAMATA-ku

Seorang ibu yang sedang berbelanja di pasar tradisional hendak membeli seekor ayam potong. Sebagai tukang masak yang hebat,ibu ini tentu ingin membeli ayam potong yang segar yang ditandai dengan warna kulitnya yang masih putih dan daging warna merah muda segar. Namun setelah membolak-balik beberapa ekor ayam, tidak seekorpun yang disukainya. Si penjual yang tidak sabar lagi akhirnya bertanya, “Bu, ayam potong seberat berapa yang ibu inginkan?” “Beratnya tidak jadi soal, yang penting segar, ”jawab ibu itu sambil terus memilih ayam potong yang ada dihadapannya. Namun, ia tetap tidak bisa menjatuhkan pilihan. “Lho,ayam saya kan segar semua, kok tidak ada yang cocok?” kejar penjual itu dengan heran campur jengkel. “Segar semua kok warnanya hijau begini?”sahut ibu itu lagi tak kalah herannya. Hijau bagaimana to bu, wong putih begini dibilang hijau!” ujar penjualnya dengan nada tinggi. Tiba-tiba suami ibu yang sejak tadi mendampinginya berkata lirih kepada istrinya, “Ma,lepas dulu kacamata rayban-nya!”.Dengan malu-malu ibu itu melepas kacamatanya dan semua ayam potong itu tampak segar di matanya.

Berani Berbeda dan Berubah

Adakah yang saudara takuti dalam hidup? Apakah yang saudara takuti dalam hidup? Pastinya, setiap orang pasti –pernah- memiliki rasa takut, entah takut kepada sesuatu (keadaan) atau kepada seseorang. Sesungguhnya takut adalah sesuatu yang dimiliki setiap orang. Orang yang berani bukanlah orang yang tidak memiliki rasa takut, tetapi ia adalah orang yang mampu mengalahkan rasa takutnya. Namun umumnya orang akan takut jika ia kehilangan apa yang –sudah- dimilikinya. “Takut akan Tuhan” yang dimaksud Paulus dalam suratnya di Korintus tidak ber-maksud menunjukkan kesetiaan pribadi (seperti dalam Amsal 1:7) atau kegelisahan (seperti orang yang akan dianiaya atau kehilangan sesuatu) dalam hati manusia. Takut di sini mengandung arti ke masa depan, di mana Allah akan menjadi hakim dalam kehidupan yang akan datang. Situasi ini yang akan dihadapi oleh kita semua bahwa Tuhan akan menjadi hakim atas kita.

Menghakimi Orang Lain

menghakimiSeorang pencuri tertangkap dan dibawa kepada sang raja. Segera raja memerintahkan pencuri itu untuk dihukum gantung. Menjelang eksekusi, ia ditanya, apakah ada yg ingin disampaikan sebelum eksekusi dilakukan. Pencuri itu mejawab: "Ketahuilah raja, bahwa saya dapat menanam biji apel yang dapat bertumbuh dan berbuah dalam satu malam saja, sayang kalau pengetahuan ini mati bersama saya". Raja menunda eksekusi untuk memberi kesempatan kepada si pencuri untuk membuktikan ucapannya itu.

Pdt.AgusWijaya

Pdt. Agus Wijaya

PdtYosi1

Pdt. Yosias Nugroho W.

PdtMarfan1

Pdt. Marfan F. Nikijuluw

Hubungi Kami

Gereja Kristen Indonesia Serpong
Giri Loka 2, Jl. Gunung Merbabu Blok R
BSD City, Tangerang Selatan, Banten
INDONESIA

Phone: 021-5370366, 021-70604891
Fax: 021-5372125, Email: kantor@gkiserpong.org
Naskah artikel ke webgkis@gmail.com

Kantor Gereja

Jam Kerja Kantor:
Hari Minggu: Pkl. 07:00-12:00 & 16:30-19:00 wib
Hari Selasa s/d Sabtu: Pkl. 08:00-16:00 wib

Kunjungan

Flag Counter